Gangguan Berkemih? dr. Fakhri Surahmad, Sp.U, M.Kes, di RSUD Jombang Siap Memberikan Solusi Terbaik

sevaaliniseva
Img 20240705 Wa0014

MMCJATIM – Gangguan berkemih seringkali dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Padahal, jika dibiarkan, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Untuk itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat dibutuhkan.

dr. Fakhri Surahmad, Sp.U, M.Kes, dalam acara “Humas RSUD Jombang Menyapa” menjelaskan bahwa gangguan berkemih kerap disebabkan adanya sumbatan pada saluran kencing, Kamis 4 Juli 2024.

“Pada usia 50 tahun ke atas, biasanya terjadi pembesaran di kelenjar prostat yang menjadi salah satu pemicu gangguan berkemih,” ungkap dr. Fakhri.

Gejala umum yang sering dialami penderita gangguan berkemih adalah gejala iritatif(radang) antara lain sering berkemih, sulit menahan berkemih, nyeri saat berkemih, serta gejala obstruktif (sumbatan) antara lain seperti tidak lampias, tidak bisa mengosongkan kandung kemih secara sempurna, harus mengejan serta pancaran yg melemah.

Menurut dr. Fakhri, gejala tersebut diatas merupakan tanda adanya pembesaran prostat jinak yang merupakan kasus yang paling sering terjadi. Sedangkan untuk kasus yang disebabkan keganasan ditandai dengan gejala seperti hematuria (kencing berdarah) atau hematospermia (darah keluar saat ejakulasi) tergolong jarang.

“Untuk mengantisipasi hal ini, saya menyarankan agar masyarakat memeriksakan diri sedini mungkin kepada dokter jika merasakan gejala tersebut,” imbuhnya.

Penanganan gangguan berkemih karena pembesaran prostat dapat ditangani dengan pengobatan jika dalam derajat ringan, sedangkan jika keluhannya berat dapat dilakukan tindakan operasi tanpa pembedahan untuk mengambil sumbatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *