Presiden Jokowi Tandai Pembangunan PLN Hub, Pusat Ekosistem Transisi Energi dan Layanan Digital di Jantung IKN

maksumafnani2023
Screenshot 20240605 171109 Copy 720x500

Penajam Paser Utara || Jatim-MMC – 5 Juni 2024 – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama atau _groundbreaking_ pembangunan pusat ekosistem transisi energi dan layanan digital yang pertama dan terbesar di Tanah Air atau PLN Hub di jantung Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada Rabu (5/6). Dalam agenda tersebut, Presiden Jokowi menyatakan bahwa PLN Hub akan menjadi tempat bagi berkumpulnya semua _stakeholder_.

“Saya sangat menghargai sekali dibangunnya PLN Hub yang nanti akan mengumpulkan semua _stakeholder_ dan mitra yang berhubungan dengan PT PLN,” kata Presiden Jokowi.

Dirinya juga menyampaikan bahwa dengan adanya PLN Hub makin mengakselerasi transisi energi sekaligus beragam investasi di IKN.

“Setiap ada investor yang ingin masuk ke Indonesia, baik _data center_, selalu yang ditanyakan energi hijaunya ada atau tidak. Ada orang ingin masuk lagi, ingin membangun industri alumunium selalu yang ditanyakan adalah bapak bisa menyediakan energi hijau atau tidak,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menerangkan bahwa kehadiran PLN Hub bukan hanya untuk PLN, melainkan untuk ekosistem besar berisi mitra dan jejaring bisnis yang berkolaborasi bersama PLN terkait transisi energi.

“Kami sudah berkomunikasi dengan mitra dan jejaring bisnis kami yang merupakan berbagai _top companies_ internasional. Kolaborasi dengan mereka akan terus berlanjut dengan berkantor di IKN,” terang Darmawan.

Terkait pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) untuk IKN, Darmawan menyampaikan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 50 megawatt (MW) siap beroperasi secara penuh pada pelaksanaan upacara HUT Republik Indonesia mendatang. Tidak hanya itu, PLN juga tengah mempersiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk turut memasok listrik berbasis energi bersih ke IKN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *