Melestarikan Olahraga Tradisional, Pj Bupati Jombang Sugiat Tarik Tambang Lawan Kades Di Plandaan

sevaaliniseva
Screenshot 20240517 222739 Copy 444x267

MMCJATIM – Sebagai upaya membudayakan olahraga tradisional, sekaligus melestarikan olahraga tradisional Pj Bupati Jombang Sugiat S.Sos, M.Psi.T membuka Pekan Lomba Olahraga Tradisional yang diinisiasi oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang yang diselenggarakan di Lapangan SDN Karangmojo 2, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang pada Jumat (17/5/2024) pagi.

Tiba dilokasi, Pj Bupati Jombang Sugiat yang didampingi Bambang Nurwidjanto Kepala Disporapar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Senen, Sos, M.Si, Kepala Dinas Kominfo Jombang, Endro Wahyudi, senam bersama dengan seluruh undangan yang hadir termasuk Pengurus Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Jombang, Camat, Forkopimcam setempat, Kepala Desa, Kepala Sekolah dan para pelajar di wilayah Plandaan.

“Semangat Pagi..!!!” teriak Pj Bupati Jombang Sugiat menyemangati seluruh peserta yang hadir, dan dijawab dengan penuh semangat dan kompak oleh seluruh peserta. “Pagi.. Pagi.. Pagi..Luar Biasa”.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang Sugiat Pj Bupati Jombang asli putra daerah asal Dusun Kalongan Desa Japanan Kecamatan Gudo ini memberikan apresiasi kepada Disporapar Kabupaten Jombang bersama KORMI Kabupaten Jombang yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat positif ini.

Disampaikan oleh Pj Bupati Sugiat yang terkenal dengan ketegasannya, bersih dan responsif ini, bahwa olahraga tradisional merupakan salah satu warisan Budaya Indonesia yang kini mulai tergerus oleh perkembangan zaman. Semakin banyak orang yang melupakan dan mengabaikan eksistensi olahraga tradisional, padahal permainan ini adalah bagian penting dari identitas budaya bangsa Indonesia. Saat ini menurutnya masyarakat cenderung lebih banyak berkutat dengan gadget serta berbagai teknologi canggih lainnya. Hal ini menurutnya akan membawa dampak pada menurunnya minat terhadap permainan dan olahraga tradisional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *