Blitar  

CSR Senilai 300 juta PT.RMI kepada Desa Rejoso, di Pertanyakan

admin

BLITAR – MMC JATIM – .id Kucuran dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikeluarkan oleh waPT. Rejoso Manis Indo (RMI) untuk rehabilitasi gedung pertemuan pemerintah Desa Rejoso menuai polemik dikalangan masyarakat.

CSR senilai 300 juta tersebut diserahkan oleh PT.RMI kepada Desa Rejoso, namun pengelolaannya dikerjakan oleh Koperasi Bangun Maju Sejahtera (BMS) sebagai mitra ketiga dari kedua belah pihak.

Salah seorang warga Desa Rejoso, Wawan (40) yang ikut serta dalam penyerahan secara simbolis CSR tersebut menanyakan perkembangan proses pembangunan gedung pertemuan tersebut kepada Kepala Desa Rejoso, dan di jawab oleh kepala desa untuk menanyakan langsung kepada BMS.

“Saya menanyakan perkembangan pembangunan gedung itu mas, namun pak kades bilang kalo hal itu bisa ditanyakan di Koperasi saja (maksudnya BMS)”, ujar Wawan.

Sementara itu sampai berita ini ditayangkan Wawan belum mendapatkan jawaban dari BMS, namun dia akhirnya menelusuri sendiri ke pihak PT.RMI, dan di jawab bahwa CSR itu dikeluarkan secara bertahap kepada pihak Desa Rejoso.

Melalui sambungan telepon pada bagian Public and Government PT RMI, Putut Hindaruji akhirnya Wawan mendapat jawaban terkait perkembangan bantuan tersebut.

“Kita (RMI) mencairkan CSR tersebut secara bertahap supaya kami dapat memantau perkembangan pembangunan gedung tersebut. Sampai saat saya belom mengetahui sudah sampai tahap keberapa. Nanti akan kami tanyakan di bagian keuangan,” kata Putut melalui rekaman yang diberikan Wawan ke media.

Dari pihak Koperasi BMS yang dikonfirmasi melalui sambungan Whatsapp memberikan jawaban bahwa bantuan dari RMI sudah cair 150 juta rupiah.

“Sudah cair mas, sekitar 3 bulan yang lalu. Nilainya 150 juta dan itu merupakan tahap pertama dari dua tahap yang dijanjikan RMI,” kata Muklisin Ketua Koperasi BMS.

Saat dikonfirmasi terkait progress pembangunan gedung tersebut, Kepala Desa Rejoso mempersilakan untuk menilai sendiri progress yang terjadi, karena pemerintah desa hanya mendapat manfaatnya saja.

“Kami persilakan untuk menilai sendiri laju pembangunannya karena kami tidak mengelola langsung keuangannya. Semua dikerjakan oleh BMS selaku mitra. Sepanjang yang kami ketahui pihak pengelola hanya melakukan aci an pada sisi gedung sebelah utara selebihnya belum ada progress yang berarti. Apakah itu sudah mencapai angka 150 juta silakan nilai sendiri,” ujar Kades Rejoso

Sebagaimana diketahui isu mengenai pengelolaan dana CSR senilai 300 juta rupiah yang diberikan oleh PT. Rejoso Manis Indo (RMI) kepada Desa Rejoso dan dikelola oleh Koperasi Bangun Maju Sejahtera (BMS) telah mencuat ke berbagai media sosial.

Polemik yang muncul di kalangan masyarakat menunjukkan bahwa ada kekhawatiran terkait pengerjaan proyek rehabilitasi gedung pertemuan pemerintah Desa Rejoso yang masih jauh dari spesifikasi yang diharapkan.

Isu ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi semua pihak terkait, termasuk RMI, BMS, pemerintah Desa Rejoso, serta aparat penegak hukum. Pertama-tama, diperlukan langkah-langkah transparansi yang lebih kuat dalam penggunaan dana CSR ini.

Audit independen yang dilakukan oleh pihak yang tidak terkait dengan proyek dapat membantu memastikan bahwa dana tersebut digunakan sesuai dengan tujuan aslinya, yaitu rehabilitasi gedung pertemuan pemerintah Desa Rejoso.

Selain itu, kerjasama antara RMI dan BMS juga harus dievaluasi lebih lanjut. Pihak-pihak yang terlibat dalam proyek ini perlu duduk bersama untuk mengevaluasi mengapa pengerjaannya belum maksimal.

Apakah ada kendala teknis, masalah manajemen, atau faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemajuan proyek tersebut? Langkah-langkah perbaikan harus diambil agar proyek ini dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Selain itu, partisipasi aktif dari masyarakat setempat dan pihak berwenang dalam pemantauan proyek ini juga penting.

Mereka dapat membantu mengawasi perkembangan proyek, memastikan bahwa dana CSR ini benar-benar memberikan manfaat yang diharapkan kepada Desa Rejoso.

Semua pihak harus bekerja sama untuk mencari solusi terbaik agar proyek rehabilitasi gedung pertemuan pemerintah Desa Rejoso dapat sukses dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi komunitas setempat. ( *jhon/Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *