Dukung Program Pemerintah, Gus Muhdlor Apresiasi Nakes dan Kader Kesehatan

admin

SIDOARJO | MMCJATIM – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali memberikan apresisasi kepada tenaga kesehatan (nakes), kader posyandu, dan kader kesehatan.

Bentuk apresiasinya berupa insentif untuk 14 nakes yang praktik mandiri, honor untuk 672 kader posyandu, serta fasilitas BPJS Ketenagakerjaan untuk 271 kader posyandu maupun kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo mengatakan bahwa meskipun insentif yang diberikan tidak terlalu banyak, namun hal ini merupakan wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada nakes dan kader kesehatan di Kabupaten Sidoarjo.

“Meskipun hanya naik sedikit ya ibu-ibu semoga ini menjadi semangat buat para kader posyandu, kader kesehatan, serta nakes untuk meningkatkan kinerjanya dan semangatnya mendukung program-program pemerintah,” ucapnya di sela acara “Penyerahan Insentif bagi Tenaga Kesehatan, Honor Kader Posyandu, dan Fasilitas Ketenagakerjaan bagi Kader Kesehatan Kecamatan Buduran” pada Rabu (30/8/2023) di Gedung Serbaguna Arjo Guno Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Gus Muhdlor, sapaan akrab Bupati muda itu, menekankan agar seluruh kader kesehatan yang sudah berperan aktif di Sidoarjo terus bangga dan menunjukkan dedikasi kepada Sidoarjo.

“Saya minta kepada semuanya, agar syukurnya di tambah, insyaallah nanti tahun 2024 saya akan tambah lagi, selain itu saya titip agar kader memiliki rasa cinta, perhatian, serta pengabdian penuh untuk Kabupaten Sidoarjo,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati mengatakan untuk menurunkan angka stunting, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta percepatan Open Defecation Free (ODF) di Sidoarjo dibutuhkan peran aktif para kader kesehatan di Sidoarjo.

“Jadi, bentuk apresiasi ini kami berikan untuk kader kesehatan yang telah bekerja keras selama ini, dan diharapkan pula kedepan kinerjanya di tingkatkan untuk mendukung program-program pemerintah menurunkan angka stunting, AKI, AKB, dan ODF,” ucapnya. (Sis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *