Warga Blimbinggede Ngraho, Bojonegoro Apresiasi Mahasiswa KKN Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Cair

mmcnews00

Boionegoro|MMCJatim – Dalam menanggulangi sampah plastik di Desa Blimbinggede Kecamatan Ngraho, mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Unugiri (Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri) Bojonegoro menciptakan terobosan baru. Yakni mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar.

Penanggung jawab KKN Unugiri Divisi Teknologi Tepat Guna, Imam Ghozali mengatakan bahwa ia sudah melakukan obervasi ke TPS Blimbinggede sejak awal datang ke desa bersama teman mahasiswa lain. Hingga akhirnya mencoba membuat alat dan telah dilakukan uji coba.

“Acara launching alat tersebut dilangsungkan pada Rabu (23/8/2023) lalu sekaligus penutupan KKN Unugiri di Balai Desa Blimbinggede yang dihadiri oleh kepala desa, perangkat, PKK, Ketua RT RW, pengurus TPS dan warga lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut Imam Ghozali menjelaskan bahwa proses pirolisis (pemanasan) diawali pada temperatur besar serta tanpa O2. Produk cair menguap memiliki tar serta polymatic hydrocarbon. Produk pirolisis umumnya terdiri dari 3 jenis, yaitu gas (H2, CO, CO2, H2O serta CH2), tar (pyrolitic oil), serta arang. Reaksi kimia pirolisis dapat dilihat pada persamaan: CnHmOp → ∑Liquid CxHyOz + ∑Gas CaHbOc + H2O + C(char).

“Umpan untuk proses pirolisis bisa berbentuk bahan-bahan alam tanaman, biomassa, ataupun berbentuk polimer. Dengan proses pirolisis, biomassa serta polimer terjadi pemutusan jalinan membentuk molekul- molekul dengan dimensi serta stuktur yang lebih ringkas,” jelasnya.

Pirolisis biomassa secara global ialah dekomposisi bahan organik menciptakan bahan padat berbentuk arang aktif, gas serta uap dan aerosol. Gas yang bisa dikondensasikan selaku bahan cair dan stabil pada temperatur kamar adalah senyawa hidrokarbon yang dikenal dengan biofuel ataupun bio-oil.

“Oleh karena itu, dinamakanlah minyak yang keluar dari proses pembakaran sampah plastik ini dengan sebutan Pyrolisis Bio-Oil,” tandasnya.

Kepala Desa Blimbinggede, Muhammad Arifin mengacungi jempol dan tidak henti-hentinya mengucapkan banyak terimakasih kepada mahasiswa KKN Unugiri. Ia bersama para staf dan jajarannya siap untuk melanjutkan dan memaksimalkan fungsi alat tersebut sehingga akan mengatasi limbah plastik di Desa Blimbinggede.

Sementara itu Camat Ngraho, melalui Sekcam (Sekretaris Kecamatan) Dedy Karuniawan juga sangat memberikan apresiasi atas adanya inovasi dari mahasiswa di Blimbinggede yang dapat mengolah barang tidak berguna menjadi tepat guna.

“Memang bahan bakar yang dihasilkan belum bisa dipakai untuk bahan bakar kendaraan, karena untuk turunan-turunan yang lebih tinggi harus ada penelitian lebih lanjut di laboratorium atau kilang minyak dan perlu adanya penambahan beberapa unsur kimia,” jelas Dedy yang pernah menjabat sebagai Kabid (Kepala Bidang) di Dinas ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral).

Ia mengucapkan banyak terimakasih atas sumbangsih keilmuan untuk Desa Blimbinggede ini karena hal tersebut dapat meningkatkan daya angkat pada ekonomi masyarakat.

“Ciptakan peluang kerja, jangan mengharapkan peluang kerja. Karena persaingan dunia kerja semakin ketat seiring berjalannya waktu. Hal ini menuntut kalian dan setiap generasi muda milenial untuk dapat meningkatkan keterampilan,” pungkasnya. [ai/NN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *