Gaperhu Jatim Gandeng BNNK Siap Perangi Peredaran Narkoba

maksumafnani55

SURABAYA, JATIM.MMC – Santernya Fenomena peredaran gelap narkoba jenis ineks di diskotek bukan Hal baru di era globalisasi ini, bahkan sudah merajalela di jagat raya.

Gabungan Pengusaha Rumah Hiburan Umum (Gaperhu) Jatim menanggapi hal tersebut, Menurut Sekretaris Gaperhu Jatim Wahyu Tri Hartanto, masuknya barang haram tersebut ke tempat dunia malam bisa jadi diselundupkan oleh pengunjung atau kelompok pengedar.

“sepengetahuan saya, manajemen tidak akan berani atau tidak mungkin secara legal menyediakan narkoba jenis apapun. Biasanya orang lain yang menyediakan, tidak ada kaitannya dengan manajemen. Jadi ada kelompok atau jaringan pengedar yang memang sengaja memperdagangkan di dalam RHU,” urai Wahyu, Kamis (22/6).

Bahkan, Wahyu Tri Hartanto yang juga menjabat sebagai Komandan Komando Inti Pemuda Pancasila Kota Surabaya menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung pihak berwajib untuk memberantas peredaran narkoba. Hal itu ditunjukkan salah satunya dengan memasang banner dan running text anti narkoba di kafe, pub & bar, diskotek, karaoke, spa, dan tempat hiburan malam lainnya.

“Bentuk komitmen nyata Gaperhu Jatim dalam memerangi peredaran narkoba dengan mendorong agar pengusaha RHU membuat pakta integritas dengan karyawan. Tujuannya agar manajemen dan karyawan selaras dalam memerangi peredaran narkoba”. Imbuhnya.

“Kami sangat memerangi dan mendukung upaya BNN dalam memberantas narkoba. Kami bahkan sudah bekerja sama dengan BNNK Surabaya untuk melakukan upaya pencegahan,” tandasnya.

“Kemudian apabila ada RHU yang tergabung di Gaperhu mengedarkan narkoba, maka akan kami serahkan ke pihak berwajib, kami tidak akan melindungi,” tambah direktur Ibiza ini.

Saat ini, total ada 54 pengusaha RHU di Surabaya yang tergabung di dalam Gaperhu Jatim. Rerata, RHU kelas menengah ke bawah. Wahyu menyebut, pihaknya sangat berkomitmen dalam menciptakan bisnis dunia malam yang sehat dan positif.

“Kalau di Ibiza, itu kami adakan tes urine rutin bagi karyawan. Minimal 2 minggu sekali atau 1 bulan 2 kali. Tujuannya agar kami sama-sama mendukung pihak berwajib memberantas narkoba. Kalau kedapatan, sanksinya kami keluarkan. Tidak ada toleransi,” tegas Wahyu.

Ke depan, pihaknya berharap kepolisian bersama BNN turun aktif menjaring pengedar narkoba di dunia malam. Dengan begitu, generasi bangsa terselamatkan dan bisnis dunia malam berjalan positif.

“Kami sangat menyayangkan masih ditemukan adanya narkoba jenis ineks di diskotek. Harapannya, ke depan lebih diperketat dan sering ada penindakan dari kepolisian maupun BNNK,” pungkas Wahyu yang juga Sekretaris Muaythai Jatim ini. (503m)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *